LATIHAN SOAL ULANGAN SISTEM PENCERNAAN DAN PERNAPASAN MANUSIA SMP KLS 8

Leave a comment »

LATIHAN SOAL SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA (Jantung) untuk SMP kelas 8

Untuk latihan soal peredaran darah (Jantung) silahkan klik di sini.

Semoga Bermanfaat..

Leave a comment »

Sebuah Alternatif Game Pembelajaran

STUDENT IDOL

 

Game ini mulanya saya peroleh saat workshop MGMP IPA di komisariat Rengasdengklok Karawang dan sudah saya adaptasikan sesuai kebutuhan pembelajaran saya. Materi pembelajaran yang saya ambil untuk game ini yang bersifat hapalan semata, yaitu misalnya tentang makanan dalam Sistem Pencernaan pada Manusia untuk kelas VIII semester I.

Persiapan Membuat Kartu-Kartu Soal

Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan dalam 1 kelompok minimal terdiri dari 6 orang dengan 1 orang sebagai ketua kelompok. Kemudian masing-masing orang membuat 5 soal singkat tanpa menggunakan kalimat tanya dan jawabannya yang ditulis pada sepotong karton dengan soal pada sisi muka dan jawaban pada sisi belakangnya.

Soal yang dibuat tanpa menggunakan kalimat tanya tersebut maksudnya adalah supaya jawabannya bisa menjadi soal. Jadi nantinya siswa dapat bebas memberikan soal baik yang sisi muka atau yang sisi belakangnya.

Soal yang dibuat dalam 1 kelompok tidak boleh sama dan mencangkup seluruh materi pada bahasan tsb. Guru membatasi soal-soal mana saja yang harus ada pada semua kelompok. Selanjutnya guru mengecek kebenaran pembuatan soal dan jawaban.

Permainan dimulai

Seluruh siswa berkumpul di lapangan terbuka. Ketua berdiri kurang lebih 3 m di hadapan barisan anggota (anggota membuat 1 barisan ke belakang saja). Anggota paling depan memegang kartu-kartu soal. Selanjutnya posisi ketua dilokir sehingga yang berada di depan barisan anggota adalah ketua kelompok lain. Kemudian kartu-kartu soal diserahkan pada ketua kelompok lain yang berada di hadapan baris anggota.

Selanjutnya guru memberikan aba-aba bahwa permainan dimulai. Semua siswa paling depan maju sampai kira-kira hampir 1 m berada di depan ketua kelompok dan pada saat yang bersamaan ketua kelompok di hadapannya menunjukan salah satu kartu soal untuk dijawab. Jika jawabannya benar, maka kartu soal tersebut diberikan pada siswa tersebut, Jika kartu soal tidak bisa dijawab, maka kartu soal tersebut digabungkan kembali dengan kartu-kartu soal lainnya. kemudian siswa tersebut kembali ke kelompoknya dan berdiri di paling belakang.  Selanjutnya giliran anggota kelompok pada baris ke dua yang maju untuk menjawab kartu soal. Demikian selanjutnya sampai kartu-kartunya habis terjawab.

20160908_075318

Gb.3 Siswa barisan depan maju untuk menjawab kartu soal

20160908_075242

Gb. 4. Siswa mencoba menjawab kartu soal

20160908_075502

Gb.5. Kartu soal diberikan pada siswa yang bisa menjawab

20160908_075336

Gbr. 6. Siswa yang sudah mencoba menjawab kartu soal kemudian kembali ke paling belakang di barisan kelompoknya

Pemberian Skor Penilaian

Setelah permainan usai, kemudian guru memberikan skor penilaian, yaitu siswa yang paling banyak memperoleh kartu soal di kelompoknya memperoleh skor yang tertinggi.. Skor siswa lainnya dibandingkan dengan siswa yang memperoleh skor tertinggi tadi. Rumusnya:

Skor= (jumlah kartu yang diperoleh)/(jumlah kartu terbanyak dalam kelompok) x skor tertinggi

Jika skor tertinggi kurang dari 100, maka kelompok siswa yang paling selesai duluan bisa mendapat tambahan nilai.

Untuk para ketua bermain paling akhir dengan meminjam kartu soal dari salah satu kelompok.

Semoga Bermanfaat

Leave a comment »

Pembelajaran Seleksi Alam

Open Lesson  10 Nopember 2012  di SMPN 12 Kota Bogor

Sebuah Alternatif Pembelajaran

Open Lesson

Pembelajaran ini berlangsung selama 2 x 40’ di dalam kelas yang dihadiri oleh 42 siswa dengan diawali apersepsi penayangan video pembelajaran tentang seleksi alam. Video yang berdurasi selama kurang lebih 10 menit ini bercerita tentang kupu-kupu Biston Bitularia, revolusi industri, dan jerapah.  Video ini mampu menarik perhatian siswa. Apersepsi berlangsung selama 15 menit.

Setelah penayangan video pembelajaran, guru model mengajak siswa untuk membuktikan benar tidaknya teori seleksi alam yang terdapat dalam tayangan tadi melalui percobaan dan diskusi kelompok selama 25 menit. Posisi duduk siswa pada saat open lesson sudah berkelompok dari awal pembelajaran sehingga dapat mengefisienkan waktu pembelajaran.  Siswa dibagi menjadi 8 kelompok.

Open Lesson

Open Lesson

Selanjutnya guru model membagikan alat dan bahan untuk percobaan. Masing-masing kelompok mendapat Lembar diskusi Siswa; 2 lembar kertas hvs berwarna putih dan merah (untuk kelompok ganjil)  atau hijau (kelompok genap) untuk menuliskan jawaban; satu gelas aqua berisi 100 buah kancing yang berwarna-warni, yaitu 25 kancing berwarna putih, hitam, merah, dan kuning; 2 lembar karton berwarna hitam dan putih; serta stopwach.  Tujuan dari pemberian kertas jawaban yang berwarna adalah yang berwarna putih untuk pegangan kelompok dan yang berwana merah/hijau untuk dikumpulkan ke guru model. Kelompok 1,3, 5 dan 7 mendapat kertas hvs berwarna merah dan kelompok 2, 4, 6 dan 8 mendapat warna hijau.  Kemudian guru model memberikan pengarahan prosedur kerja percobaan.Praktek Seleksi Alam

Mula-mula siswa membuka karton warna putih sebagai alas. Kemudian kancing-kancing berwarna yang berada dalam gelas aqua plastik ditumpahkan di atas karton. Kemudian 2 perwakilan dalam kelompok mengambil kancing secara acak dalam waktu 5 detik. Salah seorang siswa yang tidak bertugas mengambil kancing, menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu. Kemudian secara bersama-sama menghitung jumlah kancing yang terambil dan jumlah kancing yang tidak terambil (tersisa). Data hasil perhitungan ditulis dalam sebuah tabel pengamatan sebagai berikut:

Warna Karton: ………………….

No. Warna kancing Jumlah yang Terambil Jumlah yang Tersisa

Praktek Seleksi Alam pada karton hitam

Setelah dihitung, kancing-kancing dimasukkan kembali ke dalam gelas palstik aqua. Kemudian siswa mengambil kertas karton berwarna hitam yang digunakan sebagai alas. Dengan cara yang sama, siswa menaburkan kancing-kancing di atas karton, diambil beberapa kancing secara acak, kemudian dihitung jumlah kancing yang terambil dan tersisa dan dituliskan dalam tabel pengamatan yang kedua untuk karton yang berwana hitam.Diskusi Kelompok

Selanjutnya siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan dalam LDS. Pertanyan-pertanyaan tersebut mengenai kertas karton manila sebagai alas akan dianalogikan sebagai apa,  kancing berwarna-warni sebagai apa, siswa yang mengambil kancing sebagai apa, kesimpulan dari hasil yang didapat, serta menanyakan adakah hubungan antara warna alas dengan warna kancing yang tersebar. Hasil diskusi ditulis oleh 2 siswa yang berbeda, seorang menulis dalam kertas hvs yang berwarna putih dan seorang lagi menulis di kertas berwarna merah/hijau.Presentasi

Hasil diskusi siswa yang yang ditulis dalam kertas berwarna ditempel oleh guru model di papan tulis. Nampak sekali ada 2 warna yang berbeda. Kemudian guru model memilih masing-masing 1 perwakilan kelompok yang kertas jawabannya berwarna merah dan hijau untuk presentasi di depan kelas. Presentasi dilakukan oleh salah seorang anggota kelompok yang terpilih dengan cara membacakan LDSnya yang ditempel.

Presentasi oleh siswa dan pembahasannya oleh guru model ini berlangsung selama 10 menit. Kemudian 2 menit berikutnya guru model melakukan konfirmasi berupa pengambilan kesimpulan dari pembelajaran yang ditayangkan dalam slide berisi definisi seleksi alam dan faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam.

Kemudian guru model menginstruksikan siswa untuk menutup buku  lalu guru model membagikan selembar kertas berisi soal postest berjumlah 3 soal esaay. Soal tersebut menanyakan tentang apa yang siswa ketahui tentang seleksi alam, faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam, dan mengapa kupu-kupu Biston Bitularia punah.

Refleksi

Model pembelajaran Seleksi Alam oleh guru model dengan menggunakan karton dan kancing ini menginpirasi sebagian besar guru pengamat. Meskipun dalam keadaan yang kurang fit, tapi karena rasa tanggungjawab guru model yang besar sehingga  pembelajaran tetap terlaksana sesuai yang direncanakan.Refleksi

Penayangan video pembelajaran mampu menarik perhatian seluruh siswa. Bahkan guru pengamatpun sampai terkesima menyimak tayangan tersebut.   Ada baiknya sound di tayangan video dioffkan sehingga tidak bertabrakan dengan suara penjelasan guru model dan suara gaduh dari luar kelas yang berasal dari siswa-siswa yang melakukan ekstrakurikuler. Posisi layar yang terlalu tinggi membuat kelompok siswa yang di depan kurang nyaman saat menyimak video pembelajaran.

Pada umumnya semua siswa belajar. Sebagian besar siswa dalam kelompok aktif melakukan percobaan dan berdiskusi menyelesaikan soal yang ada dalam LDS. Hanya saja ada satu siswa dalam beberapa kelompok yang masih terlihat kurang aktif. Hal ini dikarenakan adanya dominansi dari anggota lainnya dalam kelompoknya, belum adanya pembagian tugas yang merata dalam kelompok dan posisi duduk dalam berkelompok yang hanya sebagian berdekatan sedangkan sebagian lainnya terpisahkan oleh dua meja. Pembelajaran ini memang membutuhkan 2 meja untuk membentangkan karton.

Perbedaan aktivitas kelompok nampak sekali berbeda. Dalam waktu yang sama yaitu 5 detik, 2 orang perwakilan dalam kelompok mengambil kancing secara acak. Kelompok yang cekatan bisa mengambil kancing dengan jumlah yang banyak, sebaliknya kelompok yang kurang cekatan hanya memperoleh kancing sedikit. Sekitar 85% kelompok mengambil kancing yang warnanya sama dengan alasnya dengan jumlah yang paling sedikit, sisanya mengambil dengan jumlah yang sedikit lebih banyak dari jumlah warna lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa 85% kelompok telah berhasil membuktikan teori Seleksi Alam sedangkan 15% belum berhasil.

Pemanfaatan buku sumber belum terlihat dan kerjasama antarkelompok juga belum ada. Hal ini terungkap saat beberapa kelompok mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan dalam LDS. Mereka cenderung lebih suka bertanya pada guru model daripada pada kelompokl ain.

Teknik presentasi dengan LKS yang ditempel di papan tulis ada yang berwarna merah dan hijau bisa menginspirasi guru pengamat. Guru model tinggal memilih satu kelompok dari warna merah dan satu kelompok dari warna hijau untuk melakukan presentasi. Hanya saja perwakilan siswa dalam kelompok yang presentasi masih didominasi oleh siswa yang paling aktif di kelompoknya. Siswa yang kurang aktif masih kurang berperan.

Data hasil pengamatan dan hasil diskusi yang tertulis di lembar jawaban kertas berwarna, hanya mampu dilihat oleh siswa yang presentasi dan itupun hanya yang milik kelompoknya saja.  Siswa lainnya yang hadir di kelas tidak mampu mengamatinya sama sekali karena tulisan yang terlalu kecil dan jarak yang jauh. Akibatnya kelompok yang belum berhasil dalam membuktikan teori Seleksi Alam tidak terungkap dalam pembelajaran tetapi terungkap dalam kegiatan Refleksi. Adanya tabel hasil pengamatan di papan tulis yang dapat terbaca oleh seluruh siswa dalam kelas mungkin bisa mengungkap ketidakberhasilan membuktikan teori tersebut dan penyebabnya. Adapun bentuk tabelnya bisa seperti berikut ini.

Warna karton: Putih

No.

Warna kancing

Jumlah Kancing yang terambil oleh kelompok

Jumlah Kancing sisa

kelompok

1.

Putih

1

2

3

4

5

6

7

8

1

2

3

4

5

6

7

8

2.

Hitam

3.

Merah

4.

Kuning

Dengan cara yang sama, dibuat tabel untuk karton berwarna hitam. Untuk hasil diskusi  cukup dibacakan oleh siswa yang presentasi.

Konfirmasi dilakukan guru model melalui tayangan 1 slide yang jelas, singkat, dan padat dengan ukuran huruf yang besar, kontras dan terbaca oleh seluruh siswa, berisi definisi seleksi alam dan faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam berlangsung selama 2 menit, waktu yang terlalu singkat untuk dapat menggali pemahaman dan potensi siswa. Penambahan waktu diperlukan melalui teknik bertanya untuk memancing dan mengarahkan siswa dalam membuat kesimpulannya sendiri sebelum dipertegas dengan penayangan slide.

Pada umumnya 85% pembelajaran sudah dipahami oleh siswa. Masih dipertanyakan apakah pahamnya siswa tersebut karena dari percobaan atau siswa memang sudah paham dari studi literatur di rumah sebelum pembelajaran ditambah dengan apersepsi yang dilakukan oleh guru model.  Seandainya memang siswa sudah paham karena karena studi literatur dan apersepsi, selanjutnya dipertanyakan untuk apa dilakukan percobaan. Seandainya dirasa memang masih diperlukan pembelajaran model kancing ini dengan merujuk 15% siswa yang belum berhasil, maka harus ada perbaikan dalam model pembelajaran sehingga diharapkan 100% siswa dapat memahaminya. Hal-hal yang penting mengenai seleksi alam yang mengahantarkan siswa dalam percobaan perlu dipertegas lagi dalam apersepsi.

Sebuah alternatif pembelajaran seleksi alam lainnya adalah pembelajaran berupa permainan. Ada baiknya dilakukan di ruang terbuka.  Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok berdiri berdekatan, merapat  dan membentuk lingkaran. Guru membuat lingkaran di tanah/lantai dengan menggunakan tali/kapur/spidol pada masing-masing tempat kelompok siswa tersebut. Kemudian seluruh siswa diinstruksikan untuk keluar lingkaran, lalu membentuk lingkaran besar yang mengelilingi lingkaran-lingkaran kelompok tadi. Selanjutnya siswa bersama-sama bernyanyi sambil berjalan memgang pundak temannya sementara guru mengecilkan lingkaran tiap-tiap kelompok. Setelah guru selesai dan lagu yang dinyanyikan siswa juga selesai, maka siswa diinstruksikan untuk kembali ke lingkaran kelompoknya masing-masing. Siswa yang  dapat masuk ke lingkarannya, itulah siswa yang dapat terseleksi alam. Permainan ini dilakukan beberapa kali hingga lingkaran kelompoknya makin kecil.

Semoga bermanfaat………….

Leave a comment »

Praktek Bioteknologi, MEMBUAT TEMPE

Kacang kedelai yang sudah siap diberi ragi

Kacang kedelai yang sudah siap diberi ragi

1. Sebelum memulai, usahakan tangan dan peralatan untuk pembuatan tempe harus dalam keadaan bersih. Minyak (lemak) dan kotoran bisa menghambat pertumbuhan jamur tempe.

2. Kacang kedelai dicuci kemudian direbus sampai matang.

3. Setelah itu dicuci sampai kulitnya terkelupas lalu direndam 1 malam sampai rasa asamnya hilang. Jika air asamnya tidak sampai keluar maka

Memberi ragi

Memberi ragi

pertumbuhan jamur tempe akan terhambat.

4. Lalu digiling kemudian cuci sampai bersih.

5. Selanjutnya diberi ragi yang merata dan dibungkus dalam plastik atau daun atau plastik mika. Jangan lupa plastiknya diberi lubang-lubang kecil. Kemudian diamkan selam 3 hari.

 

Tempe setelah 1 hari

Tempe setelah 1 hari

Tempe setelah 3 hari

Tempe setelah 3 hari

Leave a comment »

Lesson study, OPEN LESSON UJI AMILUM, GLUKOSA, LEMAK DAN PROTEIN

Open Lesson

Open Lesson

Guru Model : Yeti Hidayati
Tanggal : 15 oktober 2011
Tempat : SMPN 1 Bogor
Banyak peserta : – 8 orang (MGMP)
– 21 orang (fasilisator      kabupaten)
Narasumber : Tim Fasilitator Propinsi (Etty Supriati dan Prini Utami)
Pemandu : Roni Murnianto, SMPN 19 Bogor
Notulen : Tina, SMPN 2 Bogor
Materi ajar : Uji amilum, glukosa, lemak, dan protein
Briefing

Briefing

Briefing

Pukul 08.45 acara dibuka oleh moderator dan guru model memaparkan apa yang akan diopen-lessonkan, yaitu:
– Karena hari sabtu tidak ada KBM, maka siswa kelas VIIIF yang hadir hanya 23 orang dan dibagi menjadi 6 kelompok.
– Alat dan bahan biasanya diambil perwakilan tiap kelompok di meja depan, tetapi karena laboratoriumnya baru saja dipakai rapat, maka alat dan bahan sudah tersedia di meja masing-masing kelompok.
– Pembakar Bunsen hanya ada 2 dan digunakan masing-masing untuk 3 kelompok, diletakkan di pinggir meja kelompok yang tengah supaya mudah terlihat oleh anggota tiap kelompok.
Kemudian moderator mengingatkan kembali aturan-aturan dalam mengobservasi. Selanjutnya dibuat kesepakatan karena hanya ada 6 kelompok siswa sedangkan kelompok observer ada 8, maka observer kelompok 7 mengamati siswa kelompok 1 dan observer kelompok 8 mengamati siswa kelompok 3.
Deskripsi Open Lesson
Open lesson dimulai pukul 09.05 di laboratorium.
Pendahuluan

Praktek uji makanan

Praktek uji makanan

Guru model menyapa siswa kemudian menginformasikan aktivitas siswa selama 2×40 menit. Motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan apa yang siswa makan waktu sarapan pagi dan mengandung zat apa dalam makanan tersebut. Sebagai prasyarat pengetahuan, siswa menyebutkan jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa. Kemudian guru model mengingatkan untk berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan praktikum.
Kegiatan inti
Guru membagikan LKS dan meminta siswa untuk mempelajarinya.
Eksplorasi
Siswa melakukan eksperimen sesuai prosedur yang ada dalam LKS.
Elaborasi

Guru model memberikan pengarahan

Guru model memberikan pengarahan

Guru mengecek kebenaran siswa dalam melakukan eksperimen dan memberikan bimbingan jika ada kesulitan atau kesalahan. Kemudian siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan dalam LKS dan membuat laporan praktikum. Kemudian perwakilan kelompok siswa mempresentasikan hasil praktikum dan diskusinya.
Pada pukul 09.23 ada seorang siswa kelompok 5 yang baru hadir.
Konfirmasi
Guru beserta peserta didik menyimpulkan hasil eksperimen dan kemudian meminta siswa untuk mengumpulkan hasil praktikumnya.
Penutup
Guru memberikan penghargaan pada kelompok terbaik dan selanjutnya memberikan quiz secara tertulis.
Setelah selesai quiz dan sebelum siswa meninggalkan ruangan, ibu Etty, fasilisator propinsi, memberikan 3 buah pertanyaan kepada siswa tentang pembelajaran yang baru saja berlangsung. Intisari dari jawaban siswa adalah sebagai berikut:
• Pembelajaran hari ini begitu seru
• Pembelajaran hari berbeda dengan pembelajaran sebelumnya, pembelajaran disesuaikan dengan materi pelajaran.
• Kehadiran observer pada sebagian besar siswa tidak mengganggu tapi seorang siswa bernama Daffa merasa sedikit malu diamati oleh observer.
Sikap observer saat open Lesson
Semua observer berdiri dekat kelompok siswa yang sudah disepakati. Pengamatan berjalan tertib dan tidak ada observer yang keluar ruangan saat open lesson hanya saja hampir di akhir KBM ada salah seorang observer yang lupa mensilentkan hp-nya.
Deskripsi diskusi refleksi
Pukul 10.52 acara refleksi dimulai dan diawali dengan pemaparan kesan-kesan guru model, yaitu:
• Ucapan syukur karena KBM berjalan lancar meski belum sempurna tetapi siswa bisa tertib dalam percobaan.
• Percobaan yang baru saja dilakukan merupakan refisi dari kegiatan percobaan kelas sebelumnya dan hasilnya lebih baik.

Refleksi, observer menyampaikan temuannya

Refleksi, observer menyampaikan temuannya

Selanjutnya masing-masing perwakilan kelompok obsever memaparkan temuan-temuannya diantaranya:
• Guru model berhasil mengkondisikan siswa sehingga praktikum bisa berjalan sesuai prosedur, mandiri, lancar, dan tertib.
• Jumlah siswa yang sedikit membuat pembelajaran mudah dipahami oleh siswa.
• Masing-masing kelompok observer menyebutkan siswa yang aktif, pasif, yang mendominasi di kelompoknya.
• Pembuatan laporan praktikum ada yang bukan merupakan hasil diskusi kelompok melainkan dibuat sendiri.
• Hasil praktikum tidak ada kesimpulan.
• Memberikan apresiasi pada siswa SMPN 1 Bogor yang telah terbiasa bersikap selalu mengacungkan tangan pada saat ingin bertanya, tidak ada raut malu-malu untuk bertanya, seolah kedekatan guru dan siswa tidak ada sekat tetapi mereka tetap bersikap sopan pada guru.
• Menekankan konsep keselamatan kerja diawal pembelajaran sehingga siswa bisa lebih berhati-hati dan tidak sampai memecahkan alat.
• Untuk uji lemak, kertasnya buat kotak-kotak dimana tiap kotak untuk menguji satu bahan makanan, jadi tidak seperti tadi, satu kertas hampir penuh diolesi mentega.
Identifikasi masalah
1. Hasil praktikum tidak ada kesimpulan
2. Ada dominasi siswa yang membuat siswa yang lainnya dalam satu kelompok menjadi pasif
Solusi
1. a. Supaya ada kesimpulan, pada LKS ditambahkan tabel hasil pengamatan dengan kolom berisi nama bahan, warna larutan sebelum dan setelah ditetesi/dipanaskan.
b. Bisa menggunakan jigsaw, tiap kelompok melakukan percobaan yang berbeda.
c. Dengan alternatif solusi a dan b, tidak diperlukan lagi mencantumkan informasi dalam LKS tentang perubahan warna setelah ditetesi larutan kimia atau setelah dipanaskan. Hal ini bisa membingungkan siswa saat hasil praktikumnya tidak sesuai informasi tersebut.
2. Supaya setiap anggota kelompok menilai anggota kelompok lainnya sehingga memotivasi siswa untuk aktif.

Sambutan Kepsek SMPN 1 Bogor

Sambutan Kepsek SMPN 1 Bogor

Diakhir acara kepsek SMPN 1 kota Bogor, Dr.Hj. Arni Suhaerani M.Pd, memberikan sambutannya, yaitu:
• Permintaan maaf kepada semua yang hadir karena baru bisa hadir di acara refleksi dan tidak bisa mengikuti acara L.S dari awal karena ada acara yang bersamaan d SMPN 1 Bogor, yaitu pembagian raport bayangan dan pelepasan siswa ke Cina.
• Kepsek memberikan apresiasi kepada guru model.
• Kepsek Mendukung kegiatan L.S karena membantu sekali dalam penilaian kinerja guru.

Leave a comment »

Lesson Study, OPEN LESSON PEMUAIAN ZAT

Open Lesson Pemuaian Zat

Open Lesson Pemuaian Zat

Narasumber : Tim Fasilitator Propinsi (H. Dedeng Huzaeni, MP.d dan Prini Utami, S.Pd)

Guru Model : Nelly Simanjuntak, S.Si

Pemandu : Derila Wiharni, SMP PGRI 8

Notulen : Yuli Yuliantini, SMPN 2 Bogor

Materi Ajar : Pemuaian Zat

Tempat : SMP Budi Mulia Bogor

Tanggal : 19 nop 2011

Siswa bereksplorasi

Sambutan Kepsek SMP Budi Mulia

Briefing

Briefing bertempat di perpustakaan SMP Budi Mulia, dimulai pada pukul 08.35 dibuka dan diawali dengan sambutan dari kepala SMP Budi Mulia, bapak Drs. Edi Susilo. Beliau berharap semoga Lesson study bisa bermanfaat untuk guru-guru di Bogor khususnya dan di Indonesia umumnya. Juga bisa membuat siswa tidak bosan dalam pembelajaran karena Lesson Study berorientasi pada siswa, bukan pada guru.

Pemaparan guru model

Pemaparan guru model

Pemaparan Guru Model:

Kelas yang diopen-lessonkan adalah kelas 7.3, kelas yang dikenal paling heboh karena keingintahuannya.

Nama peserta dibuat seperti topi tanpa tutup kepala supaya pengamat mudah mengamatinya dan siswa tidak terganggu.

Model gerak partikel zat

Model gerak partikel zat

Deskripsi pembelajaran

Kegiatan dimulai pada pukul 08.55 diawali dengan sapa salam guru model, apersepsi berupa peragaan gerak partikel zat padat, cair dan gas yang dibawakan oleh siswa kelompok zat padat, cair dan gas, dan motivasi berupa pertanyaan guru model mengapa setrika listrik bisa nyala mati lampu indikatornya secara otomatis. Kegiatan ini berlangsung selama 15 menit.

Kegiatan inti berlangsung selama 65 menit terdiri dari:

– Eksplorasi yaitu menyajikan materi pelajaran dengan bantuan CD pembelajaran pemuaian zat dan memberikan tugas LKS pada kelompok siswa.

Kalibrasi alat Muschenbroek

Kalibrasi alat Muschenbroek

– Elaborasi, yaitu siswa melakukan percobaan pemuaian zat padat dengan menggunakan alat Muschenbroek dan mendiskusikan LKS kemudian hasilnya dipresentasikan oleh beberapa kelompok dan dibahas bersama guru model. Hampir semua kelompok menjawab pertanyaan LKS dengan benar kecuali kelompok 8 karena ada kerusakan alat, yaitu pemuaian logam aluminum dan besi menunjukkan skala yang sama. Selanjutnya guru model mendemonstrasikan prinsip kerja bimetal. Terakhir guru model memberikan pertanyaan berupa kuis kepada masing-masing kelompok dengan skor 100 bagi yang menjawab benar dan skor 200 untuk rebutan. Kelompok 5 dan 8 memperoleh skor terbesar yang sama yaitu 400.

Pengamatan skala alat Muschenbroek

Pengamatan skala alat Muschenbroek

– Konfirmasi dari guru model dengan memberi penghargaan kepada kelompok terbaik, selanjutnya guru model memberikan penguatan-penguatan.

Kegiatan ditutup dengan membuat kesimpulan pembelajaran bersama antara guru model dan siswa. Selanjutnya siswa diberikan evaluasi dan angket dari fasilisator propinsi. Kegiatan evaluasi lebih 5 menit dari rencana karena ternyata siswa mengalami kesulitan pada saat mengisi soal essay yaitu menentukan pertambahan panjang zat.

Pengamatan skala alat Muschenbroek

Refleksi, Penyampaian hasil pengamatan observer

Deskripsi diskusi refleksi

Refleksi dimulai pada pukul 10.40 dan diawali dengan pemaparan kesan-kesan guru model tentang open lessonnya. Intisari kesan-kesan guru model adalah sebagai berikut:

Hasil percobaan siswa tidak menggunakan kertas plano karena ada alat pembakar Muschenbroek dan LKS dirasa guru model sudah cukup.

Hasil Pengamatan semua observer:

1. Motivasi awal cukup baik, anak-anak dijadikan model partikel.

2. Siswa belajar cukup aktif dan bekerja sama dengan baik.

3. Siswa melakukan praktikum sesuai prosedur.

4. CD softawarenya menarik sekali.

5. LKS sudah bagus, jika menggunakan rumus agar dikondisikan. Triknya adalah dalam tabel pengamatan agar ditambahkan simbol yang digunakan dalam rumus, misalnya skala sebelum dipanaskan ditambahkan (lo), skala sesudah dipanaskan ditambahkan (l1), kemudian ditambahkan kolom penambahan panjang (l).

6. Spasinya diperbesar untuk memberikan ruang bagi siswa untuk menjawab pertanyaan dalam LKS.

7. Kesimpulan disertakan dalam LKS.

8. Tujuan pembelajaran menghitung pertambahan panjang belum tercapai sebab masih banyak siswa yang belum dapat menyelesaikan soal hitungan pertambahan panjang.

9. Tidak ada siswa yang mencatat pada saat guru model membuat kesimpulan/rangkuman pembelajaran.

10. Anak-anak dibimbing untuk menjawab, inquarynya bagus.

11. Guru biologi biasanya bingung dengan pelajaran fisika untuk itu open lesson kali ini memang paling ditunggu-tunggu.

12. Luar biasa sekali guru model yang telah merancang pembelajaran dimana dalam satu kali pembelajaran ada praktikum, demonstrasi, peragaan model partikel zat oleh siswa, ceramah, inquary, semuanya serba kumplit.

13. Guru model bagus sekali dalam memotivasi siswa untuk melakukan percobaan ala ilmuan yang membuat siswa menjadi lebih termotivasi.

14. Luar biasa juga untuk siswa bernama Angelina dari kelompok 6 yang sudah bisa menjawab LKS dengan menghubungkan antara percobaan dengan teori/konsep partikel zat. Hal ini jarang sekali ditemui pada siswa umumnya.

15. Saat evaluasi, masih banyak siswa yang kesulitan menuliskan diketahui, ditanyakan dalam bentuk simbol meski guru model sudah mengatakan beberapa kali agar siswa menggunakan simbol tersebut. Mungkin sebaiknya guru model dalam memberikan contoh penyelesaian soal dapat lebih sistematis.

16. Pembelajaran kali ini sudah memuat muatan lokal seperti bagaimana cara melepaskan dua buah tumpukan gelas dengan menggunakan konsep pemuaian zat juga mengapa gelas kaca yang berisi air panas dan dicelupkan sendok stainless steel tidak membuat gelas pecah. Dengan demikian pembelajaran kali ini sudah bermakna.

Manfaat Open Lesson kali ini adalah memberikan pembelajaran bagi yang hadir dan terinspirasi akan model partikel yang diperagakan siswa.

Comments (2) »