Lesson study, OPEN LESSON UJI AMILUM, GLUKOSA, LEMAK DAN PROTEIN

Open Lesson

Open Lesson

Guru Model : Yeti Hidayati
Tanggal : 15 oktober 2011
Tempat : SMPN 1 Bogor
Banyak peserta : – 8 orang (MGMP)
– 21 orang (fasilisator      kabupaten)
Narasumber : Tim Fasilitator Propinsi (Etty Supriati dan Prini Utami)
Pemandu : Roni Murnianto, SMPN 19 Bogor
Notulen : Tina, SMPN 2 Bogor
Materi ajar : Uji amilum, glukosa, lemak, dan protein
Briefing

Briefing

Briefing

Pukul 08.45 acara dibuka oleh moderator dan guru model memaparkan apa yang akan diopen-lessonkan, yaitu:
– Karena hari sabtu tidak ada KBM, maka siswa kelas VIIIF yang hadir hanya 23 orang dan dibagi menjadi 6 kelompok.
– Alat dan bahan biasanya diambil perwakilan tiap kelompok di meja depan, tetapi karena laboratoriumnya baru saja dipakai rapat, maka alat dan bahan sudah tersedia di meja masing-masing kelompok.
– Pembakar Bunsen hanya ada 2 dan digunakan masing-masing untuk 3 kelompok, diletakkan di pinggir meja kelompok yang tengah supaya mudah terlihat oleh anggota tiap kelompok.
Kemudian moderator mengingatkan kembali aturan-aturan dalam mengobservasi. Selanjutnya dibuat kesepakatan karena hanya ada 6 kelompok siswa sedangkan kelompok observer ada 8, maka observer kelompok 7 mengamati siswa kelompok 1 dan observer kelompok 8 mengamati siswa kelompok 3.
Deskripsi Open Lesson
Open lesson dimulai pukul 09.05 di laboratorium.
Pendahuluan

Praktek uji makanan

Praktek uji makanan

Guru model menyapa siswa kemudian menginformasikan aktivitas siswa selama 2×40 menit. Motivasi dan apersepsi berupa pertanyaan apa yang siswa makan waktu sarapan pagi dan mengandung zat apa dalam makanan tersebut. Sebagai prasyarat pengetahuan, siswa menyebutkan jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa. Kemudian guru model mengingatkan untk berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan praktikum.
Kegiatan inti
Guru membagikan LKS dan meminta siswa untuk mempelajarinya.
Eksplorasi
Siswa melakukan eksperimen sesuai prosedur yang ada dalam LKS.
Elaborasi

Guru model memberikan pengarahan

Guru model memberikan pengarahan

Guru mengecek kebenaran siswa dalam melakukan eksperimen dan memberikan bimbingan jika ada kesulitan atau kesalahan. Kemudian siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan dalam LKS dan membuat laporan praktikum. Kemudian perwakilan kelompok siswa mempresentasikan hasil praktikum dan diskusinya.
Pada pukul 09.23 ada seorang siswa kelompok 5 yang baru hadir.
Konfirmasi
Guru beserta peserta didik menyimpulkan hasil eksperimen dan kemudian meminta siswa untuk mengumpulkan hasil praktikumnya.
Penutup
Guru memberikan penghargaan pada kelompok terbaik dan selanjutnya memberikan quiz secara tertulis.
Setelah selesai quiz dan sebelum siswa meninggalkan ruangan, ibu Etty, fasilisator propinsi, memberikan 3 buah pertanyaan kepada siswa tentang pembelajaran yang baru saja berlangsung. Intisari dari jawaban siswa adalah sebagai berikut:
• Pembelajaran hari ini begitu seru
• Pembelajaran hari berbeda dengan pembelajaran sebelumnya, pembelajaran disesuaikan dengan materi pelajaran.
• Kehadiran observer pada sebagian besar siswa tidak mengganggu tapi seorang siswa bernama Daffa merasa sedikit malu diamati oleh observer.
Sikap observer saat open Lesson
Semua observer berdiri dekat kelompok siswa yang sudah disepakati. Pengamatan berjalan tertib dan tidak ada observer yang keluar ruangan saat open lesson hanya saja hampir di akhir KBM ada salah seorang observer yang lupa mensilentkan hp-nya.
Deskripsi diskusi refleksi
Pukul 10.52 acara refleksi dimulai dan diawali dengan pemaparan kesan-kesan guru model, yaitu:
• Ucapan syukur karena KBM berjalan lancar meski belum sempurna tetapi siswa bisa tertib dalam percobaan.
• Percobaan yang baru saja dilakukan merupakan refisi dari kegiatan percobaan kelas sebelumnya dan hasilnya lebih baik.

Refleksi, observer menyampaikan temuannya

Refleksi, observer menyampaikan temuannya

Selanjutnya masing-masing perwakilan kelompok obsever memaparkan temuan-temuannya diantaranya:
• Guru model berhasil mengkondisikan siswa sehingga praktikum bisa berjalan sesuai prosedur, mandiri, lancar, dan tertib.
• Jumlah siswa yang sedikit membuat pembelajaran mudah dipahami oleh siswa.
• Masing-masing kelompok observer menyebutkan siswa yang aktif, pasif, yang mendominasi di kelompoknya.
• Pembuatan laporan praktikum ada yang bukan merupakan hasil diskusi kelompok melainkan dibuat sendiri.
• Hasil praktikum tidak ada kesimpulan.
• Memberikan apresiasi pada siswa SMPN 1 Bogor yang telah terbiasa bersikap selalu mengacungkan tangan pada saat ingin bertanya, tidak ada raut malu-malu untuk bertanya, seolah kedekatan guru dan siswa tidak ada sekat tetapi mereka tetap bersikap sopan pada guru.
• Menekankan konsep keselamatan kerja diawal pembelajaran sehingga siswa bisa lebih berhati-hati dan tidak sampai memecahkan alat.
• Untuk uji lemak, kertasnya buat kotak-kotak dimana tiap kotak untuk menguji satu bahan makanan, jadi tidak seperti tadi, satu kertas hampir penuh diolesi mentega.
Identifikasi masalah
1. Hasil praktikum tidak ada kesimpulan
2. Ada dominasi siswa yang membuat siswa yang lainnya dalam satu kelompok menjadi pasif
Solusi
1. a. Supaya ada kesimpulan, pada LKS ditambahkan tabel hasil pengamatan dengan kolom berisi nama bahan, warna larutan sebelum dan setelah ditetesi/dipanaskan.
b. Bisa menggunakan jigsaw, tiap kelompok melakukan percobaan yang berbeda.
c. Dengan alternatif solusi a dan b, tidak diperlukan lagi mencantumkan informasi dalam LKS tentang perubahan warna setelah ditetesi larutan kimia atau setelah dipanaskan. Hal ini bisa membingungkan siswa saat hasil praktikumnya tidak sesuai informasi tersebut.
2. Supaya setiap anggota kelompok menilai anggota kelompok lainnya sehingga memotivasi siswa untuk aktif.

Sambutan Kepsek SMPN 1 Bogor

Sambutan Kepsek SMPN 1 Bogor

Diakhir acara kepsek SMPN 1 kota Bogor, Dr.Hj. Arni Suhaerani M.Pd, memberikan sambutannya, yaitu:
• Permintaan maaf kepada semua yang hadir karena baru bisa hadir di acara refleksi dan tidak bisa mengikuti acara L.S dari awal karena ada acara yang bersamaan d SMPN 1 Bogor, yaitu pembagian raport bayangan dan pelepasan siswa ke Cina.
• Kepsek memberikan apresiasi kepada guru model.
• Kepsek Mendukung kegiatan L.S karena membantu sekali dalam penilaian kinerja guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: