Pembelajaran Seleksi Alam

Open Lesson  10 Nopember 2012  di SMPN 12 Kota Bogor

Sebuah Alternatif Pembelajaran

Open Lesson

Pembelajaran ini berlangsung selama 2 x 40’ di dalam kelas yang dihadiri oleh 42 siswa dengan diawali apersepsi penayangan video pembelajaran tentang seleksi alam. Video yang berdurasi selama kurang lebih 10 menit ini bercerita tentang kupu-kupu Biston Bitularia, revolusi industri, dan jerapah.  Video ini mampu menarik perhatian siswa. Apersepsi berlangsung selama 15 menit.

Setelah penayangan video pembelajaran, guru model mengajak siswa untuk membuktikan benar tidaknya teori seleksi alam yang terdapat dalam tayangan tadi melalui percobaan dan diskusi kelompok selama 25 menit. Posisi duduk siswa pada saat open lesson sudah berkelompok dari awal pembelajaran sehingga dapat mengefisienkan waktu pembelajaran.  Siswa dibagi menjadi 8 kelompok.

Open Lesson

Open Lesson

Selanjutnya guru model membagikan alat dan bahan untuk percobaan. Masing-masing kelompok mendapat Lembar diskusi Siswa; 2 lembar kertas hvs berwarna putih dan merah (untuk kelompok ganjil)  atau hijau (kelompok genap) untuk menuliskan jawaban; satu gelas aqua berisi 100 buah kancing yang berwarna-warni, yaitu 25 kancing berwarna putih, hitam, merah, dan kuning; 2 lembar karton berwarna hitam dan putih; serta stopwach.  Tujuan dari pemberian kertas jawaban yang berwarna adalah yang berwarna putih untuk pegangan kelompok dan yang berwana merah/hijau untuk dikumpulkan ke guru model. Kelompok 1,3, 5 dan 7 mendapat kertas hvs berwarna merah dan kelompok 2, 4, 6 dan 8 mendapat warna hijau.  Kemudian guru model memberikan pengarahan prosedur kerja percobaan.Praktek Seleksi Alam

Mula-mula siswa membuka karton warna putih sebagai alas. Kemudian kancing-kancing berwarna yang berada dalam gelas aqua plastik ditumpahkan di atas karton. Kemudian 2 perwakilan dalam kelompok mengambil kancing secara acak dalam waktu 5 detik. Salah seorang siswa yang tidak bertugas mengambil kancing, menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu. Kemudian secara bersama-sama menghitung jumlah kancing yang terambil dan jumlah kancing yang tidak terambil (tersisa). Data hasil perhitungan ditulis dalam sebuah tabel pengamatan sebagai berikut:

Warna Karton: ………………….

No. Warna kancing Jumlah yang Terambil Jumlah yang Tersisa

Praktek Seleksi Alam pada karton hitam

Setelah dihitung, kancing-kancing dimasukkan kembali ke dalam gelas palstik aqua. Kemudian siswa mengambil kertas karton berwarna hitam yang digunakan sebagai alas. Dengan cara yang sama, siswa menaburkan kancing-kancing di atas karton, diambil beberapa kancing secara acak, kemudian dihitung jumlah kancing yang terambil dan tersisa dan dituliskan dalam tabel pengamatan yang kedua untuk karton yang berwana hitam.Diskusi Kelompok

Selanjutnya siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan dalam LDS. Pertanyan-pertanyaan tersebut mengenai kertas karton manila sebagai alas akan dianalogikan sebagai apa,  kancing berwarna-warni sebagai apa, siswa yang mengambil kancing sebagai apa, kesimpulan dari hasil yang didapat, serta menanyakan adakah hubungan antara warna alas dengan warna kancing yang tersebar. Hasil diskusi ditulis oleh 2 siswa yang berbeda, seorang menulis dalam kertas hvs yang berwarna putih dan seorang lagi menulis di kertas berwarna merah/hijau.Presentasi

Hasil diskusi siswa yang yang ditulis dalam kertas berwarna ditempel oleh guru model di papan tulis. Nampak sekali ada 2 warna yang berbeda. Kemudian guru model memilih masing-masing 1 perwakilan kelompok yang kertas jawabannya berwarna merah dan hijau untuk presentasi di depan kelas. Presentasi dilakukan oleh salah seorang anggota kelompok yang terpilih dengan cara membacakan LDSnya yang ditempel.

Presentasi oleh siswa dan pembahasannya oleh guru model ini berlangsung selama 10 menit. Kemudian 2 menit berikutnya guru model melakukan konfirmasi berupa pengambilan kesimpulan dari pembelajaran yang ditayangkan dalam slide berisi definisi seleksi alam dan faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam.

Kemudian guru model menginstruksikan siswa untuk menutup buku  lalu guru model membagikan selembar kertas berisi soal postest berjumlah 3 soal esaay. Soal tersebut menanyakan tentang apa yang siswa ketahui tentang seleksi alam, faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam, dan mengapa kupu-kupu Biston Bitularia punah.

Refleksi

Model pembelajaran Seleksi Alam oleh guru model dengan menggunakan karton dan kancing ini menginpirasi sebagian besar guru pengamat. Meskipun dalam keadaan yang kurang fit, tapi karena rasa tanggungjawab guru model yang besar sehingga  pembelajaran tetap terlaksana sesuai yang direncanakan.Refleksi

Penayangan video pembelajaran mampu menarik perhatian seluruh siswa. Bahkan guru pengamatpun sampai terkesima menyimak tayangan tersebut.   Ada baiknya sound di tayangan video dioffkan sehingga tidak bertabrakan dengan suara penjelasan guru model dan suara gaduh dari luar kelas yang berasal dari siswa-siswa yang melakukan ekstrakurikuler. Posisi layar yang terlalu tinggi membuat kelompok siswa yang di depan kurang nyaman saat menyimak video pembelajaran.

Pada umumnya semua siswa belajar. Sebagian besar siswa dalam kelompok aktif melakukan percobaan dan berdiskusi menyelesaikan soal yang ada dalam LDS. Hanya saja ada satu siswa dalam beberapa kelompok yang masih terlihat kurang aktif. Hal ini dikarenakan adanya dominansi dari anggota lainnya dalam kelompoknya, belum adanya pembagian tugas yang merata dalam kelompok dan posisi duduk dalam berkelompok yang hanya sebagian berdekatan sedangkan sebagian lainnya terpisahkan oleh dua meja. Pembelajaran ini memang membutuhkan 2 meja untuk membentangkan karton.

Perbedaan aktivitas kelompok nampak sekali berbeda. Dalam waktu yang sama yaitu 5 detik, 2 orang perwakilan dalam kelompok mengambil kancing secara acak. Kelompok yang cekatan bisa mengambil kancing dengan jumlah yang banyak, sebaliknya kelompok yang kurang cekatan hanya memperoleh kancing sedikit. Sekitar 85% kelompok mengambil kancing yang warnanya sama dengan alasnya dengan jumlah yang paling sedikit, sisanya mengambil dengan jumlah yang sedikit lebih banyak dari jumlah warna lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa 85% kelompok telah berhasil membuktikan teori Seleksi Alam sedangkan 15% belum berhasil.

Pemanfaatan buku sumber belum terlihat dan kerjasama antarkelompok juga belum ada. Hal ini terungkap saat beberapa kelompok mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan dalam LDS. Mereka cenderung lebih suka bertanya pada guru model daripada pada kelompokl ain.

Teknik presentasi dengan LKS yang ditempel di papan tulis ada yang berwarna merah dan hijau bisa menginspirasi guru pengamat. Guru model tinggal memilih satu kelompok dari warna merah dan satu kelompok dari warna hijau untuk melakukan presentasi. Hanya saja perwakilan siswa dalam kelompok yang presentasi masih didominasi oleh siswa yang paling aktif di kelompoknya. Siswa yang kurang aktif masih kurang berperan.

Data hasil pengamatan dan hasil diskusi yang tertulis di lembar jawaban kertas berwarna, hanya mampu dilihat oleh siswa yang presentasi dan itupun hanya yang milik kelompoknya saja.  Siswa lainnya yang hadir di kelas tidak mampu mengamatinya sama sekali karena tulisan yang terlalu kecil dan jarak yang jauh. Akibatnya kelompok yang belum berhasil dalam membuktikan teori Seleksi Alam tidak terungkap dalam pembelajaran tetapi terungkap dalam kegiatan Refleksi. Adanya tabel hasil pengamatan di papan tulis yang dapat terbaca oleh seluruh siswa dalam kelas mungkin bisa mengungkap ketidakberhasilan membuktikan teori tersebut dan penyebabnya. Adapun bentuk tabelnya bisa seperti berikut ini.

Warna karton: Putih

No.

Warna kancing

Jumlah Kancing yang terambil oleh kelompok

Jumlah Kancing sisa

kelompok

1.

Putih

1

2

3

4

5

6

7

8

1

2

3

4

5

6

7

8

2.

Hitam

3.

Merah

4.

Kuning

Dengan cara yang sama, dibuat tabel untuk karton berwarna hitam. Untuk hasil diskusi  cukup dibacakan oleh siswa yang presentasi.

Konfirmasi dilakukan guru model melalui tayangan 1 slide yang jelas, singkat, dan padat dengan ukuran huruf yang besar, kontras dan terbaca oleh seluruh siswa, berisi definisi seleksi alam dan faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam berlangsung selama 2 menit, waktu yang terlalu singkat untuk dapat menggali pemahaman dan potensi siswa. Penambahan waktu diperlukan melalui teknik bertanya untuk memancing dan mengarahkan siswa dalam membuat kesimpulannya sendiri sebelum dipertegas dengan penayangan slide.

Pada umumnya 85% pembelajaran sudah dipahami oleh siswa. Masih dipertanyakan apakah pahamnya siswa tersebut karena dari percobaan atau siswa memang sudah paham dari studi literatur di rumah sebelum pembelajaran ditambah dengan apersepsi yang dilakukan oleh guru model.  Seandainya memang siswa sudah paham karena karena studi literatur dan apersepsi, selanjutnya dipertanyakan untuk apa dilakukan percobaan. Seandainya dirasa memang masih diperlukan pembelajaran model kancing ini dengan merujuk 15% siswa yang belum berhasil, maka harus ada perbaikan dalam model pembelajaran sehingga diharapkan 100% siswa dapat memahaminya. Hal-hal yang penting mengenai seleksi alam yang mengahantarkan siswa dalam percobaan perlu dipertegas lagi dalam apersepsi.

Sebuah alternatif pembelajaran seleksi alam lainnya adalah pembelajaran berupa permainan. Ada baiknya dilakukan di ruang terbuka.  Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok berdiri berdekatan, merapat  dan membentuk lingkaran. Guru membuat lingkaran di tanah/lantai dengan menggunakan tali/kapur/spidol pada masing-masing tempat kelompok siswa tersebut. Kemudian seluruh siswa diinstruksikan untuk keluar lingkaran, lalu membentuk lingkaran besar yang mengelilingi lingkaran-lingkaran kelompok tadi. Selanjutnya siswa bersama-sama bernyanyi sambil berjalan memgang pundak temannya sementara guru mengecilkan lingkaran tiap-tiap kelompok. Setelah guru selesai dan lagu yang dinyanyikan siswa juga selesai, maka siswa diinstruksikan untuk kembali ke lingkaran kelompoknya masing-masing. Siswa yang  dapat masuk ke lingkarannya, itulah siswa yang dapat terseleksi alam. Permainan ini dilakukan beberapa kali hingga lingkaran kelompoknya makin kecil.

Semoga bermanfaat………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: